Perumda Batiwakkal Berau Setor Dividen Rp429 Juta untuk Perkuat PAD Kabupaten Berau
POSKOTAKALTIMNEWS, BERAU : Di tengah meningkatnya biaya operasional dan belum berubahnya tarif air selama hampir 15 tahun, Perumda Air Minum Batiwakkal Kabupaten Berau tetap membuktikan kinerja positifnya. Meski kondisi keuangan perusahaan belum mencapai Full Cost Recovery (FCR), namun tetap mampu menyetorkan dividen Tahun Buku 2025 sebesar Rp429.364.100 kepada Pemkab Berau sebagai kontribusi nyata terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Penyerahan dividen
tersebut berlangsung pada Selasa (28/7/2026) dan menjadi simbol bahwa
perusahaan daerah tidak hanya berorientasi pada pelayanan publik, tetapi juga
mampu memberikan manfaat ekonomi bagi pemerintah daerah melalui pengelolaan
perusahaan yang sehat, efisien, dan akuntabel.
Capaian tersebut
menjadi catatan penting mengingat Perumda Batiwakkal masih menghadapi tantangan
besar dalam menjalankan operasional perusahaan. Hingga kini, tarif air yang
diberlakukan masih mengacu pada struktur tarif tahun 2011. Sementara itu, dalam
kurun waktu lebih dari satu dekade, hampir seluruh komponen biaya produksi
mengalami kenaikan yang cukup signifikan.
Mulai dari tarif
energi listrik, harga bahan kimia pengolahan air, biaya pemeliharaan jaringan
perpipaan, pengadaan suku cadang, hingga berbagai kebutuhan operasional lainnya
terus meningkat dari tahun ke tahun.
Kondisi tersebut
menyebabkan perusahaan belum mampu mencapai kondisi FCR, yakni kondisi ketika
pendapatan perusahaan telah mampu menutup seluruh biaya operasional,
pemeliharaan, investasi, hingga pengembangan pelayanan kepada masyarakat.
Namun di tengah
keterbatasan tersebut, Perumda Batiwakkal memilih untuk tidak menjadikan
kondisi itu sebagai hambatan. Sebaliknya, perusahaan terus melakukan berbagai
langkah strategis melalui efisiensi operasional, pengendalian biaya,
peningkatan produktivitas pegawai, serta penguatan tata kelola perusahaan agar
tetap mampu menjaga stabilitas keuangan tanpa mengurangi kualitas pelayanan
kepada pelanggan.
Keberhasilan
menyetorkan dividen kepada Pemerintah Kabupaten Berau menjadi bukti bahwa upaya
efisiensi yang dilakukan selama ini mampu menghasilkan nilai tambah bagi
daerah. Dividen tersebut sekaligus menjadi bentuk pertanggungjawaban perusahaan
daerah kepada pemerintah sebagai pemilik modal sekaligus wujud transparansi
dalam pengelolaan keuangan perusahaan.
Lebih dari sekadar
angka, dividen yang diserahkan memiliki arti strategis bagi pembangunan daerah.
Dana tersebut akan menjadi tambahan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang
selanjutnya dapat dimanfaatkan Pemerintah Kabupaten Berau untuk mendukung
berbagai program pembangunan, peningkatan pelayanan publik, pembangunan
infrastruktur, hingga sektor-sektor prioritas lainnya yang memberikan manfaat
langsung kepada masyarakat.
Keberhasilan tersebut
juga tidak terlepas dari kerja keras seluruh jajaran direksi, dewan pengawas,
manajemen, dan seluruh pegawai Perumda Batiwakkal yang selama ini terus
berupaya menjaga keberlangsungan pelayanan air bersih di Kabupaten Berau. Di
sisi lain, sinergi dan dukungan Pemerintah Kabupaten Berau juga dinilai menjadi
faktor penting dalam menjaga keberlanjutan perusahaan daerah tersebut.
Di tengah berbagai
tantangan yang dihadapi perusahaan air minum daerah di berbagai wilayah
Indonesia, capaian Perumda Batiwakkal menjadi bukti bahwa tata kelola
perusahaan yang baik, pengendalian biaya secara disiplin, serta komitmen dalam
meningkatkan pelayanan mampu menghasilkan kinerja yang positif.
Ke depan, Perumda Batiwakkal
menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan cakupan pelayanan air bersih
kepada masyarakat, memperkuat transformasi digital dalam sistem pelayanan,
meningkatkan efisiensi operasional, serta memperkuat tata kelola perusahaan
yang profesional, transparan, dan akuntabel.
Langkah-langkah
tersebut diharapkan mampu memperbaiki kondisi keuangan perusahaan secara
bertahap hingga mencapai Full Cost Recovery, sekaligus meningkatkan
kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah Kabupaten Berau. Dengan demikian,
Perumda Batiwakkal tidak hanya hadir sebagai penyedia layanan air minum bagi
masyarakat, tetapi juga menjadi salah satu motor penggerak pembangunan daerah
melalui kontribusi nyata terhadap keuangan daerah. (sep/FN)